Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

They Are Call Mr.Funny

Tidak pernah merasa sedih, itulah sesungguhnya yang ingin aku perlihatkan kepada mereka. Selalu ceria, selalu menebarkan aura kegembiraan dimanapun aku berada. Mereka tidak akan pernah memahami keadaan hati juga perasaan yang sesungguhnya, karena mereka hanya melihat karakter ceria pergaulanku saja. Aku memang tidak pandai tersenyum karena tekstur wajah yang terlihat selalu tegang (baca: menakutkan), aku mengekspresikannya dengan kata-kata yang mengundang gelak tawa, kekonyolan-kekonyolan, bahkan bernyanyi diantara mereka. Itulah kenapa mereka memanggilku Pak Pani (Funny:gembira). Aku hanya tersenyum mendengar dan menerima gelar itu, mereka memang tidak mengerti kehidupanku. Aku hanyalah lelaki 47 tahun, seorang duda (belum resmi secara per aturan negara), tinggal bersama ibuku yang sudah mulai pikun. Tanpa pekerjaan tetap, hanya tenaga serabutan yang tidak memilih-milih bidang pekerjaan. Kuli bangunan bisa, jasa pengantaran barang oke, mengecat background tembok atau wallpainting ...

Yang Terlupakan

Yang Terlupakan apakah malam mengancammu dengan perasaan takut? kala gelap menguasai marcapada? saat suara aneh berhambur dari alam mayapada? ketika tak setitik pun kau temukan percikan sari cahaya? engkau tidak menemukanku di dalam sanubarimu? padahal aku mengawasi, dan menjagamu di setiap waktu saat kau ceria dengan siang harimu bernyanyi iringi hagia hidupmu dalam terang pun engkau tak mencariku ketika gelap pun engkau melupakanku Nganjuk, 9 September 2019

Salah Margi

wis jumangkah teka ing papan iki mokal bali yen ora bakal ciniwi panggonan kang geseh jroning prajanji jebul mung kebak bebujuking impi ora ana bukti yen jigrang bae bisa ngundang rejeki ora kabukti bandha teka merga dipepuji kabeh kudu kanti srana obahing dhiri sengkut makarya iku sayogyaning pakerti dhuh gusti pepujaning abdi sampun kaladuk dalem laku anglampahi mugi panjenengan tebihaken bebenduning mami kawula sumadya ngambah bali sejatining margi dhumateng panjenengan kang maha suci