They Are Call Mr.Funny
Tidak pernah merasa sedih, itulah sesungguhnya yang ingin aku perlihatkan kepada mereka. Selalu ceria, selalu menebarkan aura kegembiraan dimanapun aku berada. Mereka tidak akan pernah memahami keadaan hati juga perasaan yang sesungguhnya, karena mereka hanya melihat karakter ceria pergaulanku saja. Aku memang tidak pandai tersenyum karena tekstur wajah yang terlihat selalu tegang (baca: menakutkan), aku mengekspresikannya dengan kata-kata yang mengundang gelak tawa, kekonyolan-kekonyolan, bahkan bernyanyi diantara mereka. Itulah kenapa mereka memanggilku Pak Pani (Funny:gembira). Aku hanya tersenyum mendengar dan menerima gelar itu, mereka memang tidak mengerti kehidupanku. Aku hanyalah lelaki 47 tahun, seorang duda (belum resmi secara per aturan negara), tinggal bersama ibuku yang sudah mulai pikun. Tanpa pekerjaan tetap, hanya tenaga serabutan yang tidak memilih-milih bidang pekerjaan. Kuli bangunan bisa, jasa pengantaran barang oke, mengecat background tembok atau wallpainting ...