Dear PJ

Dear Lovely:
Penanggung Jawab (PJ)
Pulau Harapan
ODOP Batch 6

Tanpa terasa, sudah hampir 60 hari kebersamaan kita di Pulau Harapan. Suka dan duka pernah kita alami bersama, tawa dan tangis pernah kita rasakan semua. Ketegangan dan kesukacitaan, kegelisahan serta kelegaan datang silih berganti.

PJ juga manusia, yang awalnya memperkenalkan diri sebagai Penanggung Jawab. Dengan berjalannya waktu dan semakin terkuaknya karakter dari masing-masing kita, PJ tiba-tiba menjadi kepanjangan dari Perempuan Judes di otakku. Mungkin kejudesan ini karena mereka mengalami stress, gegara menghadapi para penghuni pulau yang bermacam-macam sifat serta karakternya masing-masing.

Kadang PJ juga seperti kepanjangan dari Penagih Jahat, karena dengan tegas menagih pembayaran utang/cicilan/setoran dari para penghuninya. Yang paling kusenangi, adalah menyebut mereka Para Jomlo, karena sejauh ini adalah fakta dari ketiganyaa. Sudah menjadi rahasia publik bahwa mereka adalah jomlo, alias tidak memiliki pasangan. Silakan bantah lewat wapri.

Uky, kamu adalah jomlo yang baik hati. Masih sering memberi semangat dan motivasi, walaupun sebagai grupers kenarsisan adalah yang utama. Sering bertemu orang-orang terkenal dan populer, entah bagaimana sistem dan cara kerjanya.


Dyah, kamu adalah jomlo terbahagia. Walaupun kamu sering menampik kejomloanmu, tetapi faktanya kamu juga belum memiliki pasangan. Merasa imut, merasa belia, merasa lebih muda. Membuat aku sering tertawa, menertawai cara berkomunikasimu yang freaky. Sering menggodamu dengan rayuan yang mengada-ada, itu yang membuatmu terasa selalu ada.


Dan Raffy, jomlo berikutnya. Siapa dia? Aku bahkan tidak mengenalmu, sering aku menyangsikan keberadaanmu sebagai PJ Pulau Harapan. Tugas serta tanggung jawabmu? Benar-benar aku tidak tahu. 

Tetapi sesungguh-sungguhnya, kalian adalah Tiga PJ yang padu, bersinergi, melaksanakan tugas dan kewajiban yang disepakati.

Hari ini adalah hari terakhir kalian sebagai Penanggung Jawab, Perempuan Judes, Penagih Jahat, dan Para Jomlo di Pulau Harapan. Karena setelah kelulusan dan penjurusan, kita akan mendapat PJ yang baru. Bahkan aku tidak tahu ... mungkin nanti mendapat PJ yang kompeten, atau malah yang lebih senewen dari kalian bertiga. Wallohi a'lam bi sawaab, aku hanya bisa berdo'a yang terbaik, untukku dan kalian selanjutnya.

Karena setelah saat ini (mungkin) aku akan merindukan gaya bercanda kalian, gaya berinteraksi kalian, juga semua kejulitan kalian. Mungkin juga tidak akan merindukan kalian sebagai PJ, tetapi sebagai teman seperjuangan di komunitas yang besar ini. Teman pegiat literasi Indonesia dan mentor yang sangat berdedikasi.

Uky, Dyah, dan Raffy ... aku ucapkan terima kasih yang tiada terhingga, dari dalam lubuk sanubariku yang tulus dan suci. Sebagai Penjaga kalian sukses, sebagai mentor kalian berhasil, sebagai sahabat kalian sangat berarti bagiku. Terima kasih, atas waktu dan kebersamaan kita selama ini. Semoga tali silaturahmi akan tetap terjalin diantara kita, kekal, menjadi teman yang mutual, juga sebagai saudara yang profesional.

Ingat pesanku; jadilah Jofisa Jomlo Fi Sabilillah yang baik, jomlo yang berjuang di jalan Allah.

Hidup jomlo Indonesia!

Merdeka!


Nganjuk, 30 Oktober 2018
Salam Sayang Selalu:


Winarto Sabdo

Winarto Sabdo

#Tantangan ODOPSpesial
#onedayinepost
#OdopBatch6
#SuratCintaUntukPJ

Komentar

  1. Fotonya dota kenapa tuh 🀭🀭

    BalasHapus
  2. Pakde🀭..aku terharu sekaligus geli bacanya ..pakde emang best. Senang bisa membaca Karya pakde.

    BalasHapus
  3. Foronya dita sok seksi gitu ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Penting Festival Desa (Feature)

They Are Call Mr.Funny